Surabaya||Matarakyat.net – Batalnya rencana aksi unjuk rasa yang digelar Pengurus kordinator Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) cabang Jawa Timur di depan Mapolda Jatim pada Kamis lalu menuai sorotan tajam dari internal organisasi. Rencana aksi yang mengusung isu krusial terkait maraknya peredaran narkoba di Jawa Timur tersebut secara mendadak tak terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua II Pengurus Cabang (PC) PMII Surabaya, Abdul Aziz, menyampaikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kemahasiswaan, PMII seharusnya tetap teguh menjunjung tinggi nilai-nilai independensi, keberanian dalam menyuarakan aspirasi, serta memiliki akuntabilitas kepada seluruh kader dan masyarakat luas.
“Apabila terjadi perubahan maupun pembatalan agenda aksi, pengurus seharusnya memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi liar di kalangan kader,” tegas Abdul Aziz.
Lebih lanjut, Aziz mengingatkan agar wadah perjuangan mahasiswa tidak sampai melenceng dari khittah pendorong perubahan. Ia menegaskan bahwa PMII tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan taktis yang menguntungkan individu maupun kelompok tertentu. Menurutnya, setiap kebijakan organisasi mutlak harus berorientasi pada kepentingan kader, publik, dan nilai-nilai integritas perjuangan PMII.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Abdul Aziz mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan PKC PMII Jawa Timur melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
“Setiap kebijakan dan keputusan organisasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara demokratis, transparan, dan sesuai dengan konstitusi PMII,” pungkasnya.

