Surabaya||Matarakyat.net — Aliansi Pemerhati Pendidikan Indonesia (APPI) menyatakan keprihatinan atas pemberitaan mengenai dugaan praktik pungutan yang disebut terjadi di SMA 20 Surabaya. Dugaan tersebut berkaitan dengan adanya tarikan uang kepada sejumlah wali murid yang disebut diperuntukkan bagi program ATK dan UTBK.
Pengurus APPI, Cak Toyib, mengatakan pihaknya menilai persoalan tersebut perlu segera mendapatkan penjelasan dan penyelesaian dari pihak sekolah. Menurutnya, sekolah dan komite harus transparan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan yang dibebankan kepada wali murid.
Toyib bahkan menyatakan APPI berencana menggelar aksi damai di SMA 20 sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus meminta agar persoalan yang meresahkan sejumlah wali murid tersebut segera ditindaklanjuti.
“Saya sebagai tim lapangan akan segera meluncurkan surat pemberitahuan aksi dalam waktu dekat. Jika pihak sekolah tetap tidak kooperatif, saya dan kawan-kawan akan terus menyuarakan tuntutan kami,” terang Toyib kepada tim media 16/09/26.
Ia juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada awak media, “Saya termasuk akan meminta evaluasi terhadap kepala sekolah dan ketua komite SMA 20 bila perlu copot mereka jika memenuhi unsur dugaan pungli,” kata Toyib. Dirinya juga mempertimbangkan langkah hukum apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran dalam proses penarikan dana tersebut.
“Kalau memang ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu kami akan mendorong agar persoalan ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Toyib menambahkan, aksi yang akan dilakukan APPI nantinya tetap akan mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, wali murid yang sebelumnya menyampaikan laporan terkait dugaan tarikan uang tersebut mengaku lega dengan adanya perhatian dari APPI.
Menurutnya, keterlibatan lembaga pemerhati pendidikan memberikan harapan agar suara wali murid dapat didengar dan persoalan tersebut memperoleh penyelesaian.
“Kalau APPI jadi demo, ini merupakan perhatian buat kami para wali murid yang merasa dirugikan oleh pihak sekolah. Mereka mau mewakili dan memperjuangkan suara kami,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, persoalan dugaan tarikan dana tersebut masih belum mendapatkan klarifikasi dari pihak SMA 20, khususnya mengenai dasar kebijakan, mekanisme pengumpulan dana, penggunaan anggaran, serta keterlibatan komite sekolah.(Muhlas/Red)

