Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Buku Tingkatkan Kompetensi Siswa SMA Negeri Surabaya

SURABAYA | Matarakyat.net – Puluhan siswa dari 22 SMA Negeri di Surabaya berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik dan penulisan buku yang diadakan di Aula SMA Negeri 6 Surabaya.

Acara yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Surabaya ini menghadirkan narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, serta dihadiri oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Kiswanto menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi para siswa. Menurutnya, keterampilan ini akan menjadi bekal yang relevan hingga ke jenjang perguruan tinggi dan dunia kerja.

“Pesan saya, ikuti pelatihan ini dengan baik. Pengetahuan menulis akan terus dibutuhkan, baik saat kuliah maupun dalam pekerjaan di masa depan. Dengan kemampuan menulis yang baik, kalian dapat membantu sekolah menyampaikan informasi secara efektif,” ujarnya.

Dr. Kiswanto juga berharap agar peserta dapat menyebarkan ilmu yang didapatkan kepada teman-temannya di sekolah masing-masing.

Ketua MKKS SMA Negeri Surabaya, Dra. Titik Hariani, MM, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan inisiatif pertama yang diikuti oleh dua siswa perwakilan dari setiap SMA Negeri di Surabaya. Ia berharap program ini dapat memperluas wawasan siswa tentang jurnalistik.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi siswa, serta kerjasama dengan PWI Jatim dapat terus berlanjut demi meningkatkan kompetensi siswa kami,” kata Titik.

Salah satu narasumber, Wakil Ketua PWI Jatim Bidang Kerjasama, Sokip, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara kerja wartawan, termasuk menulis berita yang benar dan bertanggung jawab.

“Setidaknya, siswa dapat berperan sebagai humas sekolah dengan membuat konten atau tulisan yang sesuai prinsip jurnalistik,” jelas Sokip.

Pemateri lainnya yang turut hadir adalah Wijayanto, Pemimpin Redaksi Radar Surabaya, yang membahas cara menulis jurnalistik secara asyik dan menarik bagi siswa. Selain itu, Didi Adiyaksa memberikan pembekalan tentang keterampilan public speaking, sedangkan Ita Siti Nasyi’ah, mantan wartawan Jawa Pos, memberikan materi penulisan buku yang sudah terbukti menghasilkan karya-karya fenomenal.

Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya menguasai teori jurnalistik dan penulisan buku, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk mendukung komunikasi internal dan eksternal sekolah.

Semangat peserta untuk terus belajar dan berkembang menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan keterampilan menulis akan membawa manfaat jangka panjang, baik bagi individu maupun institusi pendidikan.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme