SAMPANG | Matarakyat.net – Polrestabes Surabaya kini tengah memburu seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap anak. Kasus ini mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi pria tersebut mencubit seorang anak viral di media sosial, memicu kecaman luas dari masyarakat.(12/12/2024).
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang pria memegang seorang anak dan mencubitnya dengan cukup keras. Tindakan ini langsung menuai respons emosional dari warganet yang menyayangkan perilaku tidak pantas tersebut terhadap seorang anak kecil.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dwi Handoko, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan tengah mengumpulkan bukti-bukti. “Kami segera melakukan penyelidikan setelah video ini viral. Langkah-langkah identifikasi pelaku juga sudah dilakukan,” ujar AKBP Dwi.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi yang berkaitan dengan pelaku agar dapat segera diproses hukum,” tambahnya.
Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan yang sering menjadi korban kekerasan. Psikolog anak, Dr. Mira Setyaning, mengatakan bahwa tindakan penganiayaan, bahkan dalam bentuk cubitan, dapat meninggalkan dampak psikologis yang signifikan pada anak. “Trauma pada anak bisa terjadi tidak hanya karena kekerasan fisik, tetapi juga tekanan emosional akibat perilaku kasar,” jelas Dr. Mira.
Sementara itu, warganet ramai-ramai mengutuk tindakan tersebut dan berharap pelaku segera ditemukan dan diberi hukuman yang setimpal. Beberapa komentar di media sosial menuntut pelaku untuk meminta maaf secara terbuka, sementara yang lain mendesak aparat agar lebih sigap menangani kasus kekerasan terhadap anak.
Polrestabes Surabaya memastikan akan memberikan informasi terbaru kepada publik terkait perkembangan kasus ini. Hingga kini, identitas pria tersebut masih dalam proses pelacakan.
Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini, Polrestabes Surabaya mengimbau untuk melaporkannya melalui hotline resmi atau mendatangi kantor polisi terdekat.

