Bangkalan||Matarakyat.net – Rentetan aksi kejahatan jalanan atau begal yang terjadi di kawasan timur Universitas Trunodjoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, semakin meresahkan.
Mahasiswa kini dihantui ketakutan saat harus beraktivitas atau pulang kuliah pada malam hari.
Kondisi rawan ini memicu reaksi keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM.
Mereka mendesak pihak berwajib, khususnya Polres Bangkalan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, untuk tidak tutup mata dan segera mengambil langkah konkret.
Wakil Gubernur BEM FEB UTM, Ismail Ardi, menegaskan bahwa teror begal ini sudah mengancam keselamatan dan mengganggu proses belajar civitas akademika.
“Kondisi ini sangat meresahkan. Mahasiswa yang seharusnya fokus menuntut ilmu kini justru harus bertaruh nyawa saat melewati jalanan di sekitar kawasan timur kampus. Jaminan keamanan adalah hak kami yang harus dipenuhi,” ujar Ardi saat dikonfirmasi, pada Minggu 25/10/26.
Ardi mendesak Polres Bangkalan guna mengambil langkah taktis dan tegas. Ia meminta kepolisian tidak sekadar menunggu laporan korban, melainkan aktif memburu sindikat pelaku dan menyiagakan personel untuk patroli rutin, terutama di jam-jam rawan.
Selain aparat kepolisian, BEM FEB UTM juga menyoroti kelalaian Pemkab Bangkalan dalam memfasilitasi infrastruktur keamanan publik. Menurut Ardi, kondisi jalan yang gelap gulita di sekitar timur kampus menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan.
“Pemkab Bangkalan harus merespons krisis ini. Kami menuntut agar fasilitas penerangan jalan umum (PJU) segera ditambah dan pos pengamanan terpadu segera didirikan. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa lagi baru bergerak,” tegasnya.
Ardi memastikan, BEM FEB UTM akan terus mengawal kinerja aparat penegak hukum dan pemerintah daerah terkait isu ini. Ia memberikan ultimatum bahwa mahasiswa siap turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi atau mendesak audiensi langsung jika teror begal ini tidak segera diselesaikan.
“Kolaborasi polisi dan pemerintah daerah sangat krusial saat ini. Jika dibiarkan berlarut, kami pastikan mahasiswa akan bergerak menuntut hak keamanannya sendiri,” pungkasnya.
(Muhlas)
Editor: Red

