SPEKAL Surabaya Gelar Pelantikan Bersejarah di Sentra Wisata Kuliner Krembangan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

SURABAYA | Matarakyat.net – Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan menjadi saksi momen bersejarah bagi komunitas pedagang kaki lima di Surabaya. Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL) Surabaya menggelar pelantikan pengurus baru periode 2024-2029, sebuah langkah besar dalam pembinaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat di Kota Pahlawan.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/12) di Jalan Gresik No. 51, Kelurahan Perak Barat, ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga simbol komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi akar rumput.

Hadirnya Tokoh Penting

Pelantikan SPEKAL Surabaya ini turut dihadiri sejumlah tokoh berpengaruh, menunjukkan dukungan penuh terhadap pedagang kaki lima. Di antaranya:

Ery Cahyadi, S.T., M.T., Walikota terpilih, yang secara langsung melantik pengurus baru.

H. Budi Leksono, S.H., M.H., Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, yang memberikan apresiasi atas perjuangan pedagang kaki lima.

Dewi Soeriyawati, S.T., M.T., Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan, yang menekankan pentingnya peran koperasi dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Drs. Harun Ismai, MM, Camat Krembangan, yang hadir sebagai representasi pemerintah kecamatan.

Syaefuddin Zuhri, Lurah Perak Barat, yang menjembatani kebutuhan pedagang di wilayahnya.

Puncak Acara: Pelantikan Pengurus Baru

Puncak acara ditandai dengan pelantikan pengurus baru SPEKAL Surabaya oleh Walikota terpilih Ery Cahyadi. Momentum ini bukan hanya sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga refleksi dari semangat kolektif untuk memajukan komunitas pedagang kaki lima.

Proses pelantikan ini didahului oleh Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang sebelumnya digelar di SWK Jambangan. Proses demokratis ini menjadi bukti transparansi dan partisipasi aktif anggota dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi.

Makna dan Harapan

SPEKAL Surabaya selama ini dikenal sebagai wadah perjuangan pedagang kaki lima untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui kegiatan seperti arisan, diskusi berkala, hingga program pelatihan usaha, organisasi ini telah menciptakan solidaritas yang kuat di antara anggotanya.

Walikota terpilih Ery Cahyadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi. “SPEKAL adalah mitra strategis pemerintah. Dengan kepengurusan baru, saya berharap kita bisa bersama-sama menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif untuk pedagang kaki lima,” ujarnya.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Kepengurusan baru SPEKAL Surabaya diharapkan mampu menghadapi tantangan yang ada, seperti persaingan usaha, akses modal, dan penguatan kapasitas anggota. Program-program strategis yang direncanakan meliputi:

Peningkatan kesejahteraan anggota melalui akses pembiayaan mikro.

Pengembangan keterampilan usaha melalui pelatihan dan pembinaan.

Penguatan posisi tawar pedagang kaki lima dalam kebijakan publik.

Kesimpulan

Pelantikan ini menandai babak baru bagi SPEKAL Surabaya sebagai wadah perjuangan ekonomi masyarakat kecil. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah, organisasi ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam pemberdayaan ekonomi akar rumput di Surabaya.

Momen ini tidak hanya mempertegas eksistensi SPEKAL, tetapi juga menggambarkan visi besar untuk menjadikan pedagang kaki lima sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi Kota Pahlawan.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme