SURABAYA | Matarakyat.net – Keberhasilan Team Sapu Jagat dari Polrestabes Surabaya dalam mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil rental milik PT Senopati Manggala Multilindo (SMM) patut diapresiasi. Tiga pelaku, yang terlibat dalam kasus ini, berhasil diamankan pada Kamis, 14 November 2024.
Kasus ini bermula pada 14 Oktober 2024, ketika mobil yang disewakan oleh PT SMM dilaporkan tidak kembali oleh penyewa. Penyewa diketahui bernama Chris Tensen Wibowo, warga Jojoran Stal 5, Surabaya, bersama dua rekannya, Soedarsono dan Pranjaya Dwiwantoro alias Ipank. Ketiganya diduga terlibat dalam penggelapan kendaraan yang menjadi aset PT SMM.
H. Dimas Rahbini, pemilik PT SMM, menjelaskan bahwa Team Sapu Jagat berhasil menangkap ketiga pelaku di dua lokasi berbeda.
“Dua pelaku ditangkap di Tegal, Jawa Tengah, sedangkan satu lainnya diamankan di dekat Pom Bensin Green Event Surabaya,” ungkapnya kepada media pada Kamis, 21 November 2024.
Setelah ditangkap, ketiga pelaku langsung diserahkan ke Polrestabes Surabaya untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan LP/B/002/X/2024/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim pada 18 Oktober 2024.
H. Dimas berharap kasus ini dapat dituntaskan hingga tuntas, termasuk menangkap pihak-pihak yang diduga sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan tersebut.
“Saya meminta kepolisian untuk bersikap tegas. Tidak ada kasus yang tidak bisa diselesaikan oleh penegak hukum,” ujarnya.
Dalam pandangan H. Dimas, kasus ini tidak hanya sebatas penggelapan, tetapi juga mengandung unsur penipuan.
“Hingga kini, penyewa belum mampu mengembalikan atau menunjukkan kendaraan yang disewa,” tambahnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penangkapan tersebut.
Keberhasilan Team Sapu Jagat dalam menangkap pelaku penggelapan mobil ini merupakan langkah nyata dalam menegakkan hukum di Surabaya, sekaligus memberikan rasa aman kepada para pelaku usaha rental kendaraan.
Sementara itu, masyarakat menunggu proses hukum yang akan memastikan keadilan bagi semua pihak yang dirugikan.

