Ketua DPD BNPM Surabaya Soroti Keberadaan TPS Kertopaten yang Dinilai Mengganggu Citra Kawasan Religi Sunan Ampel

 

SURABAYA // Matarakyat.net — Tumpukan sampah di Jalan Kertopaten yang dibiarkan menggunung tepat di pintu masuk kawasan religi Sunan Ampel kini memicu kemarahan publik. Ketua DPD Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kota Surabaya mengeluarkan kecaman keras, menyebut kondisi tersebut sebagai “pemandangan paling memalukan dan tidak layak dipertontonkan di kota sebesar Surabaya.”

Kontainer penuh sampah, bau menyengat, hingga sampah yang berserakan ke jalan semuanya telanjang terlihat oleh jamaah dan wisatawan yang hendak beziarah. Pemandangan itu seakan menghapus klaim Surabaya sebagai kota bersih dan tertib.

“Ini benar-benar mencoreng, seperti tidak ada wibawa pengelolaan kota”

Ketua DPD BNPM Surabaya menyampaikan kritik tanpa basa-basi.

“Tidak ada satu pun kota yang menghargai wajahnya sendiri akan menempatkan TPS kumuh di jalur menuju kawasan religi. Ini bukan sekadar salah tempat ini bentuk kelalaian yang memalukan. Kesan yang muncul seolah kota ini tidak punya wibawa dalam penataan lingkungan.” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah berada pada level yang tidak dapat lagi ditoleransi.

“Bayangkan jamaah dari luar kota datang untuk berziarah, tapi yang menyambut pertama kali justru tumpukan sampah. Ini mencoreng citra kota pahlawan, memalukan, dan tidak bisa dibiarkan.” Tegasnya.

Dalam kritiknya, Ketua BNPM menilai pengelolaan TPS Kertopaten seperti dibiarkan terabaikan tanpa kontrol yang serius.

“Kita seperti menunggu kondisi membusuk dulu, viral dulu, baru nanti ada pihak yang sibuk klarifikasi. Pola seperti ini harus dihentikan. Ini bukan TPS sembarangan ini berada di jalur religi Sunan Ampel, ikon kota.” terangnya.

BNPM desak Pemkot segera pindahkan TPS dan lakukan penertiban total serta meminta tindakan cepat yang konkret:

“Tidak usah banyak rapat dan wacana. Solusinya sederhana pindahkan TPS ini ke lokasi yang layak, tertutup, dan jauh dari area publik. Kami mendesak ini dilakukan segera, bukan besok, bukan nanti.” desaknya.

BNPM juga menyatakan komitmennya untuk terus memantau situasi dan siap turun langsung bila diperlukan. Warga Kertopaten “Sudah lama begini, tapi seperti tidak dianggap”

Keluhan warga semakin memperkuat sorotan publik. Banyak warga mengaku sudah bosan dengan bau dan pemandangan kumuh yang setiap hari mereka lihat.

Sorotan tajam BNPM Surabaya menegaskan satu hal, keberadaan TPS terbuka di jalan utama menuju kawasan Sunan Ampel adalah blunder pengelolaan kota yang tidak boleh diteruskan. Kebersihan, estetika, dan kehormatan kawasan religi adalah tanggung jawab bersama dan pembiaran seperti ini tidak bisa dibiarkan menjadi budaya.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme