Surabaya||Matarakyat.net – Kondisi infrastruktur Jalan Suramadu mendapat perhatian tajam dari organisasi Masyarakat salah satunya yaitu CaKrA Muda Indonesia. Organisasi kepemudaan itu mencatat hampir 50 persen lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Suramadu tidak berfungsi dan dibiarkan gelap gulita selama hampir tiga tahun.
Tak hanya krisis terkait penerangan, CaKrA Muda Indonesia juga menyoroti buruknya kualitas perbaikan jalan. Ruas jalan yang bergelombang hanya ditambal sulam oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional / Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH). Perbaikan bersifat tambal sulam tersebut cepat rusak kembali, sehingga mengindikasikan lemahnya kualitas dan pengawasan pekerjaan.
Founder CaKrA Muda Indonesia, Abdul Aziz, mengatakan besarnya anggaran perawatan yang dikucurkan pemerintah pusat berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.
“Anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk perawatan Jalan Suramadu itu sangat besar. Tapi ironis, hampir 50 persen lampu PJU justru mati. Kondisi ini sudah berlangsung hampir tiga tahun dan tidak ada penanganan serius. Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi soal keselamatan pengguna jalan,” tegas Aziz kepada awak media, Selasa 28/10/26.
Menurutnya, padamnya lampu penerangan sangat membahayakan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari di jalur penghubung Surabaya-Madura tersebut.
Sebagai bentuk Protes,CaKrA Muda Indonesia menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar pada Senin, 09/11/26. Aksi akan dipusatkan di dua titik, yakni mendatangi Kantor Satker PJBH untuk menuntut klarifikasi dan langkah konkret, serta aksi pemblokadean jalan di sisi Madura sebagai bentuk protes atas pembiaran kondisi tersebut.
Aziz menegaskan aksi tersebut murni untuk memperjuangkan keselamatan publik dan mendorong evaluasi total terhadap kinerja Satker PJBH.
“Kami mendesak Satker PJBH bertanggung jawab. Jangan main-main dengan nyawa rakyat. Jika tidak ada perbaikan, kami akan blokade Suramadu sisi Madura,” pungkasnya.
(Muhlas)
Editor: Red

