Sulit Ditemui Saat Dugaan Pungli Atribut Disorot, Ada Apa dengan SMAN 20 Surabaya?

Surabaya||Masyarakat.net — SMA Negeri 20 Surabaya kembali menjadi sorotan publik menyusul polemik penjualan atribut sekolah yang disebut-sebut mencapai Rp495.000. Persoalan tersebut semakin mendapat perhatian setelah pihak sekolah dinilai belum memberikan penjelasan secara terbuka kepada wali murid maupun awak media yang berupaya meminta konfirmasi.

SMAN 20 Surabaya merupakan salah satu sekolah negeri yang telah berdiri sejak 1989. Sekolah tersebut dikenal sebagai institusi pendidikan yang berupaya mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing. Saat ini, sekolah dipimpin Yuni Bintarawati, S.Pd., M.Pd., dan tercatat memiliki akreditasi A dengan nilai 94.

Dalam penyelenggaraan pendidikan, SMAN 20 Surabaya melayani peserta didik kelas X hingga XII. Sekolah juga memiliki berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, laboratorium Biologi, Fisika, Kimia dan Komputer, perpustakaan, ruang konseling, UKS hingga fasilitas olahraga.

Namun, di tengah berbagai fasilitas dan penyelenggaraan pendidikan yang dibiayai melalui anggaran negara, perhatian publik kini tertuju pada persoalan atribut sekolah.

Sejumlah wali murid mempertanyakan harga atribut yang disebut mencapai Rp495.000. Polemik tersebut juga berkaitan dengan keluhan mengenai tidak diberikannya kuitansi atau bukti transaksi secara resmi kepada pembeli.

Upaya awak media untuk meminta klarifikasi langsung kepada Kepala SMAN 20 Surabaya, Yuni Bintarawati, disebut belum membuahkan hasil. Dalam beberapa kesempatan, awak media yang datang ke sekolah belum dapat bertemu langsung dengan kepala sekolah untuk memperoleh penjelasan mengenai persoalan tersebut.

Saat dikonfirmasi, seorang petugas keamanan sekolah menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat.

 

“Maaf, Ibu Yuni sedang rapat. Hari ini bisa ditemui atau tidak saya belum tahu,” ujar petugas keamanan sekolah.

 

Awak media kemudian berupaya kembali melakukan konfirmasi secara langsung. Namun, hingga beberapa kali upaya dilakukan, pertemuan tatap muka dengan kepala sekolah belum terlaksana.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah sorotan publik terhadap persoalan atribut sekolah. Sejumlah pihak menilai kepala sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan semestinya memberikan penjelasan terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi di masyarakat.

Terlebih, persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian wali murid. Informasi mengenai polemik atribut SMAN 20 Surabaya sebelumnya juga telah menjadi perhatian sejumlah pemerhati pendidikan dan masyarakat di Jawa Timur.

Persoalan ini juga disebut telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan. Dengan masuknya persoalan tersebut ke ranah pelaporan, publik kini menunggu adanya penjelasan mengenai mekanisme pengadaan maupun penjualan atribut sekolah.

Meski demikian, dugaan pungutan liar atau pelanggaran dalam penjualan atribut tersebut masih merupakan dugaan dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Besaran Rp495.000 juga perlu dijelaskan secara transparan, termasuk rincian jenis atribut, dasar penetapan harga, mekanisme penjualan, serta pihak yang mengelola transaksi.

Kepala SMAN 20 Surabaya maupun pihak terkait juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas berbagai tudingan yang berkembang.

Publik berharap persoalan tersebut dapat segera dijelaskan secara terbuka. Transparansi dinilai penting agar tidak muncul kesan bahwa pihak sekolah menghindari pertanyaan mengenai pengelolaan atribut dan transaksi yang melibatkan orang tua peserta didik.

Hingga berita ini ditulis, konfirmasi langsung dari Kepala SMAN 20 Surabaya mengenai polemik harga atribut Rp495.000 serta persoalan kuitansi belum diperoleh.

Masyarakat kini menunggu kejelasan: apakah penjualan atribut tersebut telah memiliki dasar dan mekanisme yang sesuai, serta bagaimana pertanggungjawaban atas setiap transaksi yang dilakukan kepada wali murid.

Baca Juga Berita Terkait