Aliansi Madura Indonesia (AMI) Geruduk Gedung DPRD Surabaya, Desak Transparansi Dana Reses

oplus_2

Matarakyat.net||SURABAYA – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya pada Rabu (18/02/26).

Massa menuntut pertanggungjawaban terkait dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang di lingkungan Sekretariat Dewan (Sekwan).

Ketua AMI beserta orator lainnya menyampaikan bahwa aksi ini dipicu oleh adanya indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan dana reses. Dana yang seharusnya dialokasikan secara penuh untuk menyerap aspirasi masyarakat diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Pihak AMI secara khusus menyoroti peran Sekretaris Dewan (Sekwan) dalam menjalankan fungsi administrasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan reses para anggota dewan.

Aksi tersebut ditemui langsung oleh perwakilan anggota DPRD Kota Surabaya. Di hadapan massa aksi, ia menyatakan akan menindaklanjuti masukan dari AMI terkait pelibatan ASN dalam agenda reses serta verifikasi faktual di lapangan.

 

“Kami mohon kerelaannya. Terkait pelaksanaan reses, jika ada ASN yang diajak atau tidak, fungsi ASN itu sebenarnya adalah administratif. Kami akan melakukan verifikasi faktual terhadap apa yang menjadi catatan rekan-rekan sekalian,” ujar salah satu perwakilan dewan .

 

DPRD berjanji melakukan perbaikan internal dan mengingatkan bahwa keputusan di dewan bersifat kolektif kolegial.

Setiap anggota dewan memiliki jadwal di 12 titik, di mana setiap titiknya dihadiri oleh sekitar 250 orang. Hal ini akan dilaporkan kepada pihak terkait untuk memastikan regulasi berjalan lurus. Masukan terkait notulensi dan alternatif teknis pelaksanaan akan segera dikaji ulang.

Sebagai tindak lanjut dari tuntutan hari ini, pihak DPRD Kota Surabaya menjadwalkan pertemuan formal untuk mencari solusi konkret.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme