Matarakyat.net||Surabaya – Praktik percaloan di Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Surabaya Timur yang berlokasi di Jl. Manyar Kertoarjo No. 1, Kecamatan Gubeng, kembali menuai sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan adanya ketimpangan pelayanan antara prosedur resmi dengan jalur “belakang” yang melibatkan oknum internal.
Berdasarkan investigasi di lapangan, beberapa warga mengaku kesulitan melakukan pengurusan administrasi kendaraan jika waktu sudah mendekati atau melewati jam operasional resmi. Namun, aturan tersebut seolah tidak berlaku bagi mereka yang memiliki akses ke orang dalam.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya saat hendak membayar pajak kendaraan. Ia mengaku ditolak oleh petugas loket dengan alasan waktu operasional telah berakhir.
“Kalau kita datang mepet atau lewat jam operasional sedikit saja, langsung ditolak. Disuruh kembali besok,” keluhnya saat ditemui di sekitar lokasi Samsat.
Namun, ia menyaksikan pemandangan yang berbeda bagi warga yang menggunakan jasa perantara atau calo. Menurutnya, berkas-berkas tertentu tetap bisa diproses meski jam pelayanan secara administratif sudah ditutup.
“Anehnya, kalau lewat jalur orang dalam atau lewat calo, itu bisa masuk. Meskipun sudah lewat jam operasional, tetap dilayani. Ini kan tidak adil bagi masyarakat kecil yang ingin taat aturan secara mandiri,” ungkap sumber tersebut.
Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa praktik percaloan di Samsat Manyar masih tumbuh subur di tengah upaya pemerintah melakukan digitalisasi layanan. Kehadiran para calo ini disinyalir bekerja sama dengan oknum petugas untuk mempermudah prosedur bagi mereka yang bersedia membayar lebih.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Samsat Surabaya Timur belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai adanya “jalur khusus” di luar jam operasional tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi tegas dan pengawasan ketat dari pihak kepolisian maupun Dispenda Jatim agar pelayanan menjadi lebih transparan dan bebas dari praktik pungli.

