SAMPANG | Matarakyat.net – Upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca-pandemi terus menjadi prioritas berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sampang. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), lima desa diusulkan sebagai calon penerima bantuan Program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) tahun ini.
“Empat desa berada di Kecamatan Camplong dan satu desa di Kecamatan Kedungdung,” jelas Abd Hadi Purnomo, Kabid Keluarga Penerima Manfaat (KPM) DPMD Sampang, Selasa (28/1/2025).
Menurut Abd Hadi, Jatim Puspa merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertujuan mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) setelah dampak pandemi Covid-19. Program ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui bantuan usaha dan pelatihan kewirausahaan.
“Kami setiap tahun terus mengalokasikan bantuan Jatim Puspa untuk desa-desa yang membutuhkan dukungan ekonomi,” ungkapnya.
Pada tahun sebelumnya, program Jatim Puspa menyasar dua desa di Kabupaten Sampang, yaitu Desa Plampaan di Kecamatan Camplong dan Desa Jrangoan di Kecamatan Omben. Sebanyak 41 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Plampaan dan 43 KPM di Desa Jrangoan mendapatkan manfaat program ini.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dana, tetapi juga pendampingan agar penerima manfaat dapat menjalankan usaha dengan baik dan berkelanjutan,” tambah Abd Hadi.
Dengan usulan lima desa baru pada tahun ini, Abd Hadi berharap program Jatim Puspa dapat semakin luas menjangkau perempuan-perempuan desa yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar stimulus, tetapi menjadi langkah awal bagi perempuan desa untuk mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Program Jatim Puspa menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi. Ke depan, peran aktif pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi ekonomi desa di Kabupaten Sampang.

