SURABAYA | Matarakyat.net – Camat Asemrowo, dengan penuh emosi dan keprihatinan, memutuskan untuk melaporkan seorang oknum anggota ormas BNPM DPD Kota Surabaya serta sejumlah akun media sosial. Ia menilai mereka telah menyebarkan informasi yang tidak benar, yang berujung pada kerugian besar bagi dirinya dan keluarganya. Hal ini ia sampaikan dalam sesi klarifikasi yang disiarkan langsung oleh TV One bersama Ketua BNPM DPW Jawa Timur.
Menurut penuturannya, dampak dari informasi yang beredar tersebut tidak hanya mencemari nama baiknya sebagai pejabat publik, tetapi juga menghancurkan kepercayaan di dalam keluarganya.
“Istri saya sekarang mulai meragukan saya, anak-anak saya kecewa, bahkan ibu saya sampai menegur saya. Saya merasa tertekan secara pribadi dan profesional,” ungkapnya dengan nada sedih.
Camat Asemrowo juga menyatakan bahwa tuduhan yang disebarkan oleh oknum tersebut tidak berdasar dan menyudutkan dirinya tanpa bukti yang jelas.
“Sebagai seorang camat, saya selalu berupaya menjalankan tugas dengan baik dan transparan. Namun, fitnah ini membuat semua yang saya bangun selama ini seolah hancur begitu saja,” katanya.
Dalam wawancara tersebut, Camat juga mengungkapkan rasa terlukanya atas reaksi keluarganya terhadap situasi ini.
“Ketika ibu saya menegur saya, itu adalah momen yang paling menyakitkan. Bagaimana mungkin orang tua yang selalu percaya pada saya kini ikut meragukan saya karena informasi yang tidak benar?” ucapnya, nyaris menitikkan air mata.
Di akhir wawancara, Camat Asemrowo berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
“Kebebasan berbicara itu hak semua orang, tapi mari kita gunakan dengan bijak. Jangan sampai informasi yang tidak benar merusak kehidupan orang lain,” pungkasnya.
Sementara itu, laporan resmi sudah diterima pihak Kepolisian Polda Jatim. Camat Asemrowo menyatakan bahwa ia akan terus memperjuangkan keadilan hingga nama baiknya dipulihkan.

