PAMEKASAN | Matarakyat.net – Dalam semangat memperingati Hari Anti Korupsi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kabupaten Pamekasan sukses menggelar Festival Musik se-Madura. Acara ini berlangsung pada Minggu, 15 Desember 2024, pukul 15.00 WIB, bertempat di Sewindu Cafe Pamekasan.
Festival ini diikuti musisi dan seniman berbakat dari tiga kabupaten di Madura, yaitu Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyuarakan pesan perlawanan terhadap korupsi yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Ketua BNPM Kabupaten Pamekasan, Abdussalam Marhaen, menjelaskan bahwa festival ini memiliki dua tujuan utama. Selain membangkitkan semangat komunitas musik di Madura, acara ini juga mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya melawan korupsi.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum muda, agar semakin aktif dan lantang menyuarakan anti korupsi. Kita harus sadar akan bahayanya dan bersama-sama menyatakan perang terhadap korupsi,” tegas Abdussalam Marhaen.
Abdussalam Marhaen menekankan bahwa festival musik ini adalah ajang kompetisi sekaligus medium untuk menyampaikan pesan moral yang kuat.
“Festival musik ini sarat makna, yakni agar para penyelenggara negara tidak korupsi dan tidak berbohong kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun banyak koruptor telah ditangkap dan dihukum berat, perilaku korupsi masih terus terjadi di berbagai lapisan. Hal inilah yang mendorong BNPM untuk mengambil langkah kreatif dengan melibatkan elemen seni dan budaya sebagai alat kampanye.
Festival ini tidak hanya memberikan panggung bagi para musisi berbakat, tetapi juga menjadi ruang diskusi tentang kondisi darurat korupsi di Indonesia. Para peserta dan penonton diajak untuk memahami dampak buruk korupsi serta berkontribusi dalam menyuarakan perubahan.
Dengan acara seperti ini, Abdussalam Marhaen berharap masyarakat, terutama generasi muda, bisa semakin sadar dan tergerak untuk berperan aktif dalam melawan korupsi.
Festival Musik se-Madura di Sewindu Cafe Pamekasan ini membuktikan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga alat perjuangan. Semangat anti korupsi kini digaungkan dengan nada dan melodi, membawa harapan baru untuk Indonesia yang lebih jujur dan bersih.

