JAKARTA | Matarakyat.net – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas langkah Gus Miftah Maulana Habiburrahman yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jumat siang, Prabowo memuji keberanian Gus Miftah untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya.
“Ini adalah tindakan ksatria. Beliau sadar telah salah berbicara, bertanggung jawab, dan memutuskan untuk mengundurkan diri,” ujar Prabowo tegas.
Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kedewasaan sekaligus integritas dalam menjalankan amanah publik, sesuatu yang ia anggap masih langka di dunia politik dan kepemimpinan Indonesia.
Kontroversi bermula dari sebuah video ceramah Gus Miftah dalam acara Tablig Akbar yang viral di media sosial. Pernyataan dalam ceramah tersebut dinilai menyinggung profesi pedagang es teh manis, yang memicu kritik luas dari masyarakat.
Meski demikian, Prabowo berpendapat bahwa kesalahan Gus Miftah lebih bersifat teknis dalam penyampaian pesan.
“Saya kenal beliau. Dia sering berceramah di kalangan bawah. Mungkin niatnya bukan untuk menghina, tapi karena salah ucap,” ungkap Prabowo. Ia menegaskan pentingnya memberi ruang untuk memahami konteks sebelum memberikan penilaian.
Bagi Prabowo, pengunduran diri Gus Miftah adalah pelajaran penting tentang tanggung jawab. Di hadapan para wartawan, ia menyoroti betapa jarangnya pejabat publik di Indonesia yang dengan penuh kesadaran mundur setelah melakukan kesalahan.
“Di Indonesia, jarang sekali seseorang yang merasa salah kemudian bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya,” imbuhnya. Ia berharap tindakan ini bisa menjadi contoh bagi pejabat lainnya untuk tidak hanya berani mengambil keputusan, tetapi juga berani menghadapi konsekuensinya.
Langkah Gus Miftah untuk mundur dinilai sebagai bentuk profesionalisme sekaligus tanggung jawab moral atas kegaduhan yang terjadi. Dengan pengunduran dirinya, Gus Miftah berharap dapat meredam kontroversi dan mengembalikan fokus kepada kerja sama dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Prabowo menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa Gus Miftah akan terus berkontribusi bagi masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai utusan khusus.
“Saya yakin beliau akan tetap menjadi sosok yang berpengaruh dalam membangun kerukunan umat beragama,” pungkasnya.
Langkah Gus Miftah menjadi sorotan publik, membawa harapan bahwa integritas dan tanggung jawab dalam kepemimpinan dapat menjadi tradisi yang lebih kuat di Indonesia.

