SAMPANG | Matarakyat.net – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Sampang mendesak Polres Sampang untuk bertindak tegas dalam menangani insiden pengeroyokan yang diduga dipicu perbedaan dukungan dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Insiden yang terjadi pada Minggu (17/11/2024) tersebut mencederai semangat demokrasi dan memicu keresahan masyarakat.
Ketua BNPM Sampang, Bung Abu, menegaskan bahwa tindakan hukum yang tegas dan adil sangat diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan sesuai asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan JURDIL (Jujur dan Adil).
“Kami mendesak Polres Sampang untuk menangkap semua pihak yang terlibat, termasuk dalang di balik kejadian ini. Ini demi menjaga demokrasi yang aman, lancar, dan bermartabat,” kata Bung Abu.
Bung Abu juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah dalam mendukung pasangan calon (paslon). Menurutnya, tindakan yang melanggar ajaran agama dan norma sosial tidak seharusnya dilakukan, terutama oleh masyarakat yang sudah memahami nilai-nilai Islam.
“Pilkada adalah proses musyawarah untuk mufakat. Mari kita menjaga perbedaan dengan tetap menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai perilaku masyarakat jahiliyah yang konyol kembali muncul di era modern ini,” tambahnya.
Ia juga meminta tim sukses (timses) dari masing-masing paslon menjadi pelopor terciptanya suasana aman dan damai. Timses diminta untuk mengedepankan etika dan budaya yang menghargai perbedaan sebagai rahmatan lil alamin.
“Pemilu adalah mekanisme resmi memilih pemimpin, dan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran tentang pentingnya menghormati perbedaan,” ujar Bung Abu.
Selain itu, BNPM Sampang mengingatkan aparat keamanan, baik dari TNI maupun Polri, untuk meningkatkan pengamanan dan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS). Hal ini dinilai penting untuk memastikan keamanan selama proses Pilkada, mulai dari tahapan awal hingga selesai.
“Seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk menjaga kondusivitas Pilkada 2024 ini. Hukum harus ditegakkan agar demokrasi kita tidak ternoda oleh kekerasan,” pungkas Bung Abu.
Peristiwa pengeroyokan yang diduga berkaitan dengan dukungan politik dalam Pilkada ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan hanya soal perbedaan pilihan, tetapi juga bagaimana perbedaan tersebut dihormatidemi kebaikan bersama.

