Dugaan Skandal Camat Asemrowo Wanita Berkerudung di Bawah Meja dan Kemarahan Warga

SURABAYA | Matarakyat.net – Sebuah peristiwa mengejutkan mengguncang Kecamatan Asemrowo, Surabaya, ketika warga dan anggota ormas BNPM melakukan penggerebekan di kantor camat. Insiden yang terjadi pada senin (6/1/24) ini memicu perhatian luas, setelah video dari kejadian tersebut viral di media sosial.

Pasalnya, Camat Asemrowo Muhammad Khusnul Amin tertangkap basah menyembunyikan seorang wanita berkerudung di bawah meja kerjanya di ruangan pribadi. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah akun tiktok Raden69 terlihat warga dan pegawai kecamatan memergoki wanita berkerudung krem dan berbaju putih lengan panjang sedang meringkuk di bawah meja sang camat.

Camat Khusnul Amin berupaya membela diri dengan alasan dirinya hanya sedang rapat dengan staf. Namun, warga yang geram tidak mempercayai pengakuannya.

“Kalau meeting gak akan begitu caranya, kalau meeting, meeting sama perempuan kamu?” bentak seorang warga yang merekam momen penggerebekan.

Penggerebekan ini berawal dari kecurigaan warga terhadap aktivitas camat di kantornya. Warga dan anggota ormas kemudian mendatangi kantor kecamatan untuk memastikan kebenaran rumor tersebut. Saat mereka memaksa masuk ke ruang pribadi camat, temuan mengejutkan itu pun terungkap.

Tindakan camat yang menyembunyikan wanita di bawah meja kerjanya semakin memperkuat dugaan warga terhadap adanya hubungan yang tidak sepantasnya antara keduanya.

“Ini mencoreng institusi pemerintah dan harus ditindak tegas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Viralnya video ini menuai reaksi keras dari masyarakat. Netizen ramai-ramai mengecam tindakan camat yang dinilai tidak mencerminkan perilaku seorang pejabat publik. Beberapa pihak mendesak agar pemerintah Kota Surabaya segera mengambil langkah tegas untuk menyelidiki kasus ini.

Kejadian ini tidak hanya mencoreng nama baik Kecamatan Asemrowo, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana pentingnya menjaga integritas pejabat publik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Asemrowo atau Pemerintah Kota Surabaya terkait tindakan yang akan diambil terhadap Muhammad Khusnul Amin.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari pemerintah untuk menangani kasus ini demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme