Matarakyat.net||Surabaya – Aksi kekerasan terhadap pekerja hiburan malam kembali terjadi di Kota Surabaya. Seorang Ladies Companion (LC) berinisial RZ menjadi korban penganiayaan brutal oleh salah satu pengunjung Cafe Brafo Arjuna, Jl. Kenjeran No. 169, Surabaya, pada Kamis (02/04/2026) dini hari.
Peristiwa mencekam tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01:00 WIB. Akibat tindakan anarkis pelaku, RZ mengalami luka lebam parah di bagian wajah dan pendarahan serius di hidungnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media News Times.id, insiden bermula saat pelaku yang merupakan tamu kafe mengajak RZ untuk berhubungan intim. RZ secara tegas menolak ajakan tersebut, yang kemudian memicu kemarahan pelaku.
Menurut pengakuan korban, rentetan kekerasan yang dialaminya sangatlah tidak manusiawi.
Penganiayaan Fisik: Korban dipukul secara membabi buta hingga babak belur.
Perampasan: Tidak hanya melakukan kekerasan fisik, pelaku diduga merampas uang hasil saweran korban yang berjumlah ratusan ribu rupiah.
Aksi Tabrak Lari: Saat korban mencoba menyelamatkan diri ke area parkir, pelaku justru mengejarnya menggunakan kendaraan dan menabrak korban.
Pengejaran Brutal: Meski sudah ditabrak, korban berusaha lari kembali ke dalam kafe untuk berlindung. Namun, pelaku tetap mengejar dan kembali menganiaya korban di dalam Cafe.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon WhatsApp pada Sabtu (04/04/2026) pukul 00:06 WIB dini hari, pemilik Cafe Brafo Arjuna, H. Junaidi, mengaku tidak mengetahui secara detail peristiwa tersebut.
“Saya tidak tahu hal tersebut dikarenakan saya tidak ada di lokasi,” ujarnya singkat.
Lebih mengejutkan lagi, H. Junaidi mengungkapkan bahwa tidak ada petugas pengamanan (security) yang berjaga di Cafe Brafo Arjuna. Hal ini diduga menjadi penyebab pelaku dengan leluasa melakukan aksi kekerasan secara brutal.
Pihak manajemen menambahkan bahwa pelaku merupakan pelanggan baru yang pertama kali berkunjung, sehingga identitas maupun latar belakangnya belum tercatat dalam data guest list kafe.
Merasa terancam dan mengalami kerugian fisik serta materiil, RZ didampingi rekan-rekannya telah resmi melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat.
“Saya hanya ingin keadilan dan perlindungan. Saya bekerja baik-baik, tapi diperlakukan seperti ini hanya karena menolak ajakannya ke hotel,” tutur RZ dengan nada getir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah mendalami kasus ini. Petugas sedang mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi-saksi guna mengidentifikasi serta menangkap pelaku yang melarikan diri.

