SURABAYA | Matarakyat.net – Kegaduhan yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) BNPM DPD Kota Surabaya dan Camat Asemrowo mendapat perhatian serius dari Ketua BNPM DPW Jawa Timur.
Dalam klarifikasi yang disiarkan melalui live streaming TV One, Ketua DPW memberikan pernyataan tegas sekaligus menjadi contoh bagi pemimpin ormas lainnya.
Di tengah panasnya situasi, Ketua BNPM DPW Jawa Timur menekankan pentingnya fundamental kepemimpinan yang berlandaskan visi dan misi yang jelas.
“Seorang organisatoris harus mampu memimpin dengan bijak, menjaga sikap, dan mengedepankan cara-cara santun dalam menyelesaikan masalah. Kekerasan atau pendekatan premanisme sama sekali tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Pernyataan ini lahir setelah insiden yang terjadi di kantor Kecamatan Asemrowo, Surabaya, yang sempat memicu konflik antara anggota ormas BNPM dan pihak kecamatan. Ketua DPW menyampaikan penyesalannya atas kegaduhan tersebut dan berharap insiden seperti ini tidak terulang.
“Kita adalah organisasi yang berdiri untuk masyarakat, bukan untuk menciptakan ketakutan atau keributan. Kesantunan adalah nilai utama yang harus dijaga, baik dalam sikap maupun tindakan,” tambahnya.
Ketua DPW juga mengapresiasi langkah klarifikasi yang dilakukan kedua belah pihak sebagai bentuk dialog yang konstruktif. Baginya, ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana seorang pemimpin ormas harus menjadi teladan dalam menghadapi situasi sulit.
“Ini adalah contoh bahwa seorang organisatoris seharusnya memiliki dasar yang kuat, visi-misi yang jelas, dan kemampuan untuk membawa organisasinya ke arah yang benar. Pendekatan santun dan bermartabat adalah kunci,” tegasnya.
Sikap bijak Ketua BNPM DPW Jawa Timur ini menuai banyak pujian, baik dari masyarakat maupun pihak pemerintah. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin ormas lain untuk selalu mengedepankan dialog, etika, dan rasa hormat dalam setiap langkah mereka.
Dengan pernyataan yang disampaikannya, Ketua DPW tidak hanya meredakan tensi konflik, tetapi juga memperkuat posisi ormas sebagai mitra masyarakat dan pemerintah yang konstruktif. Konflik memang tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun cara mengatasinya adalah cerminan sejati dari kepemimpinan yang berintegritas.

