Wali Kota Surabaya Ajukan Utang Rp5 Triliun untuk Percepatan Infrastruktur: Solusi atau Beban Baru?

SURABAYA | Matarakyat.net – Dengan APBD senilai Rp11 triliun, Kota Surabaya masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Wali Kota Eri Cahyadi, yang terpilih pada Pilkada 2024, menyadari bahwa anggaran tersebut tidak cukup. Untuk itu, ia mengambil langkah strategis dengan berencana mengajukan pinjaman Rp5 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), BUMN yang fokus pada pembiayaan infrastruktur.

“Kami sedang melakukan kalkulasi bersama SMI,” ujar Eri Cahyadi pada Selasa, 7 Januari 2025. Pemkot Surabaya mengusulkan agar bunga pinjaman tidak lebih dari 5 persen per tahun, sehingga tidak membebani keuangan daerah.

Mengapa Memilih PT SMI?

PT SMI menjadi pilihan karena kemampuan BUMN ini menyediakan pinjaman besar dengan bunga kompetitif. Eri menjelaskan bahwa lembaga keuangan lain di dalam negeri belum tentu mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan sebesar ini.

“Kami berharap pinjaman ini akan mempercepat pembangunan tanpa mengorbankan anggaran untuk program wajib seperti pendidikan gratis dan kesehatan,” jelasnya.

Dari APBD Rp11 triliun, sekitar Rp8,3 triliun dialokasikan untuk kebutuhan dasar, seperti iuran BPJS dan pendidikan. Sisa anggaran yang tersedia untuk infrastruktur hanya sekitar Rp1 triliun, jauh dari cukup untuk menangani berbagai proyek besar.

Fokus pada Percepatan Pembangunan

Menurut Eri, percepatan pembangunan sangat penting agar Surabaya siap menghadapi tantangan 5-10 tahun ke depan. Salah satu prioritasnya adalah penanganan banjir, mengingat Surabaya menjadi muara bagi sungai-sungai dari beberapa kabupaten tetangga.

“Kalau kita hanya fokus membangun jalan, masalah banjir tidak akan selesai. Padahal, banjir adalah masalah krusial yang harus ditangani segera,” katanya.

Eri juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki dampak luas, termasuk mendukung ekonomi dan pariwisata. Sebagai contoh, pembangunan tol oleh pemerintah pusat telah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), salah satu destinasi andalan kota.

Pinjaman Tidak Akan Membebani APBD

Eri memastikan bahwa simulasi bunga pinjaman di kisaran 4-6 persen tidak akan memberatkan keuangan daerah.

“Kita harus berpikir terbuka. Ada yang menganggap pinjaman itu salah, tetapi kalau kita tidak mengambil langkah ini, banyak masalah yang tidak akan terselesaikan,” tegasnya.

Dengan tenor pinjaman yang direncanakan tidak lebih dari lima tahun, Eri yakin bahwa utang ini tidak akan membebani pemimpin Surabaya di masa mendatang. Sebaliknya, tambahan pembiayaan ini akan mendukung penyelesaian masalah strategis, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan layanan kesehatan.

“Ini adalah solusi, bukan politisasi. Semua yang kami lakukan adalah untuk kepentingan warga Surabaya,” pungkas Wali Kota Eri, yang juga politisi PDI Perjuangan.

Tantangan dan Harapan

Rencana Pemkot Surabaya mengajukan pinjaman Rp5 triliun ke PT SMI tentu menimbulkan pro dan kontra. Namun, Wali Kota Eri optimistis langkah ini akan membawa perubahan besar bagi kota. Keputusan ini menjadi taruhan besar, tidak hanya untuk masa kini, tetapi juga masa depan Surabaya sebagai kota yang maju dan siap bersaing.

Baca Juga Berita Terkait