SURABAYA | Matarakyat.net – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Jawa Timur menghadiri undangan audiensi dari manajemen RSUD dr. M. Soewandhie pada sebuah diskusi penting yang berlangsung di ruang rapat rumah sakit tersebut.
Ketua DPW BNPM Jatim, Sahid SH, hadir bersama jajaran wakil ketua Muchammad Ali Yasin SE, sekretaris Umar Faruq, dan anggota divisi lainnya.
Audiensi ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, seperti Majelis Etik Kedokteran, dokter spesialis forensik, dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, para dokter yang menangani pasien, hingga perwakilan kepolisian dari Kapolsek Simokerto beserta jajarannya.
Pertemuan ini berangkat dari laporan keluarga korban MW, seorang anak perempuan umur 7 yang meninggal dunia di RSUD dr. Soewandhie.
MW, putri pasangan MA dan S, sebelumnya datang ke rumah sakit pada pukul 07.00 WIB dalam keadaan sadar penuh. Namun, takdir berkata lain, MW dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.30 WIB setelah mengalami sesak napas yang kritis.
Menurut keterangan keluarga, MW masih sempat meminta minum dan bercanda dengan orang tuanya saat tiba di rumah sakit. Namun, setelah mendapat penanganan medis berupa infus dan pemberian obat vitamin B kompleks, kondisinya berubah drastis. MW mengalami sesak napas hingga kritis dan tidak dapat tertolong meskipun telah mendapat tindakan darurat.

Dokter Angela, spesialis emergency, menjelaskan bahwa penyebab utama kematian MW adalah tersedak akibat makanan yang diberikan dalam posisi tidur.
“Kami menemukan sisa makanan dan cairan di saluran paru-paru saat dilakukan suction. Hal ini menyebabkan penyumbatan jalur pernapasan,” jelasnya.
Direktur RSUD dr. M. Soewandhie, Billy Daniel Messakh, mengungkapkan permintaan maaf kepada keluarga korban.
“Kami tidak ada niat untuk mencelakai pasien. Semua prosedur telah dilakukan sesuai standar, namun kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi kami,” katanya.
Ketua DPW BNPM Jatim, Sahid SH, menegaskan bahwa pihaknya hadir sebagai penyambung aspirasi keluarga korban dan masyarakat.
“Rumah sakit adalah fasilitas umum untuk rujukan masyarakat Surabaya. Kami di sini untuk memastikan semua pihak dapat saling menjaga dan mengambil pelajaran dari kejadian ini,” tegas Sahid.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW BNPM Jatim, Muchammad Ali Yasin SE, menekankan pendekatan BNPM yang elegan dan persuasif.
“Kami ingin membantu menyelesaikan masalah ini secara intelektual dan persuasif, demi keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Audiensi ditutup dengan permintaan maaf dari Direktur Billy kepada keluarga korban serta komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan rumah sakit. Ia juga berharap BNPM Jatim dapat terus menjadi kontrol sosial bagi RSUD dr. M. Soewandhie.
“Kami terbuka untuk kritik dan saran dari BNPM agar pelayanan kami semakin baik,” tambahnya.
Ketua BNPM Jatim, Sahid SH, berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak.
“Kami akan terus mengawasi dan berkolaborasi untuk memastikan tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi di masa depan,” pungkasnya.

