SURABAYA | Matarakyat.net – Di tengah hiruk pikuk perpolitikan Indonesia, suara dari kelompok yang kerap terabaikan mulai menggema.
Abdul Majid, Ketua LSM Lira Disability Care, berdiri dengan visi besar dan aspirasi kuat untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di negeri ini.
Dengan lebih dari 260 juta penduduk, Indonesia memiliki sekitar 20 juta penyandang disabilitas. Namun, representasi mereka dalam pengambilan keputusan politik masih jauh dari kata cukup.
“Saya bermimpi besar untuk membawa suara penyandang disabilitas ke DPR RI,” ujar Majid.
Gerakan yang diusungnya bertajuk #BeriKami10Persen bertujuan untuk memberikan kuota 10 persen kursi di parlemen kepada penyandang disabilitas. Bagi Majid, ini bukan sekadar mimpi kosong.
“Ini adalah cita-cita yang harus kita raih bersama,” tegasnya.
Majid percaya bahwa angka ini adalah langkah awal yang realistis untuk memastikan inklusivitas di lembaga legislatif.
“Dengan 10 persen kuota, kita bisa memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan DPR RI benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Menurut Majid, keberadaan wakil dari kelompok disabilitas di parlemen akan menghadirkan perspektif baru yang selama ini mungkin terabaikan.
Gerakan ini bukan hanya sekadar tuntutan. Majid bersama timnya aktif menggalang dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan DPR RI, fraksi-fraksi, hingga elit partai politik. Ia yakin bahwa dengan kerja sama yang kuat, mimpi ini bisa menjadi kenyataan.
Majid memimpikan DPR RI periode 2024-2029 sebagai lembaga yang lebih inklusif, ramah terhadap disabilitas, dan mampu melahirkan kebijakan yang adil bagi semua lapisan masyarakat.
“Dengan adanya wakil disabilitas, kita akan memiliki aktor-aktor politik yang benar-benar memahami kebutuhan kita,” ujar Majid penuh keyakinan.
Gerakan #BeriKami10Persen ini bukan sekadar perjuangan politik, tetapi juga cerminan dari harapan jutaan masyarakat yang selama ini merasa suaranya tidak terdengar.
“Kami ingin bahu membahu bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif melalui parlemen,” tambahnya.
Abdul Majid menutup narasinya dengan ajakan tulus.
“Salam inklusif! Mari kita bersama-sama mendukung gerakan ini demi Indonesia yang lebih baik untuk semua,” katanya.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa sebuah perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang didorong oleh semangat besar.
Dengan kerja keras dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Abdul Majid percaya bahwa mimpi besar ini akan menjadi kenyataan, menjadikan DPR RI sebagai rumah bagi semua, tanpa terkecuali.

