SURABAYA || Matarakyat.net – Sebuah langkah inspiratif datang dari Aliansi Madura Indonesia (AMI).
Dalam upaya mengangkat martabat dan daya saing suku Madura di kancah nasional maupun internasional, AMI resmi meluncurkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis bagi anggota dan masyarakat umum.
Program ini selenggarakan di kantor DPP AMI, Jalan Ikan Lumba – Lumba I No. 10, Surabaya, pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang mulai dari anggota AMI hingga masyarakat sekitar yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa asing.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar S.E., SH. menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari keinginan besar organisasi untuk menaikkan “level” suku Madura, yang selama ini kerap dikucilkan dan disebut sebagai masyarakat level dua.
“Kami ingin membuktikan bahwa orang Madura mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Salah satu kunci agar kita bisa naik level adalah penguasaan bahasa global dan itu dimulai dari Bahasa Inggris,” ujar Baihaki dengan tegas.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya sekadar pelatihan bahasa, tetapi juga wadah pembentukan mental dan karakter unggul agar masyarakat Madura bisa tampil percaya diri di berbagai sektor.
Menariknya, program ini tidak mendatangkan pengajar dari luar. AMI justru memanfaatkan potensi internalnya.

Pemateri yang dipercaya membimbing kelas adalah Nawir, anggota aktif AMI yang juga memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan bahasa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa AMI punya sumber daya manusia yang kompeten. Mengajar Bahasa Inggris ini bukan hanya soal grammar, tapi tentang membangun keberanian dan kebanggaan sebagai orang Madura yang siap go internasional,” ungkap Nawir.
Kelas perdana berlangsung dengan suasana penuh semangat. Metode pembelajaran yang interaktif membuat para peserta tampak antusias. Beberapa bahkan mengaku baru pertama kali belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Salah satu peserta, ishak (30), warga Sekitar yang mengikuti kelas, mengaku sangat terbantu dengan program ini.
“Saya baru sadar kalau belajar bahasa Inggris itu tidak sesulit yang saya bayangkan. Terima kasih AMI, saya jadi semangat belajar lagi. Program seperti ini harus rutin, karena manfaatnya nyata,” tuturnya.
Peserta lain, Mukhlas (27), menambahkan bahwa pelatihan seperti ini seharusnya ada di setiap kabupaten di Madura.
“Bahasa itu pintu dunia. Kalau orang Madura ingin maju, harus bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Ini langkah nyata, bukan sekadar slogan,” katanya.
Program ini akan digelar secara rutin setiap haris senin dengan sistem kelas terbuka. Setiap sesi akan membahas tema berbeda mulai dari percakapan sehari-hari hingga komunikasi bisnis internasional.
Ketum AMI Baihaki Akbar menutup acara ini dengan pesan kuat.
“Kami tidak ingin orang Madura hanya dikenal karena keberanian dan ketegasan. Kami ingin orang Madura juga dikenal karena kecerdasan, kemampuan, dan keunggulannya. Inilah saatnya kita naik level”, pungkasnya.
Dengan langkah kecil namun bermakna ini, AMI membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang sederhana ruang di mana semangat belajar dan tekad untuk maju menjadi satu kekuatan besar Madura Bangkit, Dunia Melirik.

