Taretan Adaptif 25 HIMASA Surabaya Salurkan tiga Tangki Air Bersih, Wujud Kepedulian Mahasiswa untuk Sampang

Sampang||Matarakyat.net — Di tengah kondisi kekeringan dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Taretan Adaptif 25 Himpunan Mahasiswa Sampang (HIMASA) Surabaya menunjukkan kepedulian nyata melalui penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

Aksi sosial yang dilaksanakan pada Sabtu 17/10/26 tersebut menyasar tiga titik penyaluran, yakni Taman Ragung, Pengarengan; Bangsal, Gunung Eleh; serta Karang Gunung Eleh. Sebanyak tiga tangki air bersih didistribusikan kepada warga dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan ini diinisiasi oleh HIMASA Surabaya melalui Taretan Adaptif 25 sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap daerah asal. Pelaksanaannya melibatkan Ketua Angkatan Taretan Adaptif 25, Zakaria Ansori, dan Ketua Pelaksana, Moh. Farhan (Aang), serta didampingi Ketua Umum HIMASA Surabaya, Rizal Fahmi.

Bagi Taretan Adaptif 25, kepedulian terhadap tanah kelahiran tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa memiliki, tetapi juga perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penyaluran air bersih ini menjadi salah satu bentuk kontribusi langsung mahasiswa dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Ketua Pelaksana kegiatan, Moh. Farhan (Aang), mengatakan bahwa semangat kepedulian terhadap masyarakat Sampang menjadi dorongan bagi pihaknya untuk terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial.

 

“Semangat Taretan Adaptif 25 akan terus berkobar untuk membantu masyarakat. Kami akan selalu kembali ke daerah kami, Sampang, Madura. Kami berharap dapat terus berkontribusi dalam berbagai aksi sosial lainnya,” ujar Farhan.

 

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kehadiran para mahasiswa di tengah warga diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat di daerah asal.

Melalui aksi ini, Taretan Adaptif 25 ingin menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak terbatas pada aktivitas akademik dan organisasi, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi melalui keterlibatan langsung, semangat gotong royong, dan solidaritas terhadap sesama.

Semangat “Taretan Adaptif Berdampak” menjadi landasan bagi angkatan tersebut untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, mereka berharap dapat melanjutkan berbagai aksi sosial lain yang disesuaikan dengan kebutuhan warga Sampang.

Bagi Taretan Adaptif 25, kembali ke Sampang bukan sekadar pulang ke daerah asal, melainkan kesempatan untuk berbagi, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata. Kepedulian, menurut mereka, tidak cukup diungkapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan dan komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat. (Muhlas)

Editor: Red

Baca Juga Berita Terkait