Orang Tua Peserta Pertanyakan Penilaian Lomba Melukis HUT ke-495 Bangkalan, Panitia Beri Penjelasan

Bangkalan||Matarakyat.net— Pelaksanaan lomba melukis dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-495 Kabupaten Bangkalan menuai sorotan setelah polemik terkait mekanisme penilaian beredar di media sosial. Kegiatan yang digelar di Pendopo Pratanu selama dua hari, Jumat dan Sabtu 09/10/26, tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi proses penjurian dan penentuan pemenang.

Polemik mencuat setelah muncul dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan maupun penilaian lomba yang diperuntukkan bagi para peserta. Sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana proses penilaian dilakukan, terutama terkait kesesuaian antara jadwal kegiatan dan mekanisme penjurian di lapangan.

Salah satu orang tua peserta yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kejelasan proses penilaian perlu dijelaskan oleh panitia. Menurutnya, berdasarkan jadwal pelaksanaan yang beredar, penilaian disebut dilakukan setelah seluruh peserta menyelesaikan lomba.

Ia berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, khususnya bagi orang tua dan peserta yang mengikuti perlombaan tersebut.

 

“Penilaian ini perlu diperjelas. Kalau mengacu pada jadwal pelaksanaan, penilaian dilakukan setelah lomba selesai. Karena itu, perlu ada penjelasan mengenai bagaimana proses penilaian sebenarnya dilakukan,” ungkapnya.

 

Ketua Panitia Sebut Penilaian Merupakan Ranah Juri

Saat dikonfirmasi awak media pada Selasa 13/10/26, Ketua Panitia, Fendi, menyampaikan bahwa penilaian sepenuhnya merupakan kewenangan juri, bukan panitia pelaksana.

Menurut Fendi, pihaknya telah melakukan pengecekan ulang kepada juri terkait pelaksanaan penilaian di lokasi kegiatan.

 

“Terkait penilaian itu sebenarnya ranahnya juri untuk menyampaikan. Panitia tidak masuk dalam penjurian. Setelah saya kroscek ulang ke juri, pada saat di lokasi itu juri menyampaikan bahwa mereka hanya melihat dan mengamati,” ujar Fendi.

 

Fendi juga menjelaskan bahwa pengarahan teknis atau technical meeting telah disampaikan kepada kepala sekolah di masing-masing kecamatan. Menurutnya, informasi mengenai teknis pelaksanaan lomba telah diteruskan melalui pihak sekolah.

Ia menambahkan, penilaian lomba melukis tidak hanya didasarkan pada bentuk akhir gambar, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah aspek lain, seperti perpaduan warna dan imajinasi peserta.

 

“Juri sudah memiliki pengalaman karena mereka seniman. Mereka memberikan pengetahuan kepada panitia bahwa lomba melukis tidak dinilai hanya dari bentuknya saja, tetapi secara keseluruhan, mulai dari warna hingga imajinasi anak-anak,” jelasnya.

 

Panitia Jelaskan Alasan Pemilihan Juri

Lebih lanjut, Fendi menyebut panitia memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan juri. Menurutnya, pemilihan juri dilakukan dengan mempertimbangkan potensi konflik kepentingan apabila juri memiliki hubungan dengan peserta.

 

“Kami mengundang juri dari seniman luar. Kalau mengambil seniman Bangkalan, kami khawatir ada anak didiknya yang ikut, sehingga dikhawatirkan nantinya anak didik tersebut yang dimenangkan,” ungkap Fendi.

 

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasan panitia mengenai pertimbangan pemilihan juri. Namun, untuk memastikan penilaian berlangsung objektif, keterbukaan mengenai identitas dan kualifikasi juri, indikator penilaian, serta mekanisme penentuan pemenang tetap menjadi hal yang penting untuk diketahui publik.

Diikuti Ratusan Peserta, Durasi Lomba Tiga Jam

Fendi menyebutkan, berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 689 orang. Meski demikian, tidak seluruh peserta hadir saat perlombaan berlangsung.

Menurutnya, terdapat peserta yang tidak hadir dan sebagian lainnya mengundurkan diri karena sakit maupun masih mengikuti ujian.

Ia juga menjelaskan bahwa lomba melukis berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Informasi mengenai jumlah peserta, durasi lomba, serta mekanisme penilaian tersebut menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Transparansi Penilaian Menjadi Pekerjaan Rumah Panitia

Polemik yang berkembang di media sosial ini menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan perlombaan dalam rangka peringatan hari jadi daerah tidak hanya berorientasi pada kemeriahan kegiatan, tetapi juga perlu menjunjung tinggi prinsip keadilan, objektivitas, sportifitas dan transparansi.

Terlebih, lomba melukis yang melibatkan peserta dari kalangan anak-anak semestinya menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan ruang berekspresi dan memberikan  pengalaman berkompetisi secara adil.

Untuk menghindari kesalahpahaman, panitia diharapkan dapat menjelaskan secara terperinci mekanisme penilaian yang diterapkan, termasuk apakah juri melakukan pengamatan selama peserta melukis, kapan penilaian akhir dilakukan, serta bagaimana setiap karya dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini ditulis, penjelasan yang diperoleh dari Ketua Panitia baru mencakup kewenangan juri, pertimbangan pemilihan juri, jumlah peserta terdaftar, dan durasi perlombaan. Rincian mengenai tahapan penilaian dan dasar penetapan pemenang masih perlu diperjelas agar polemik yang berkembang dapat dijawab secara proporsional.

Transparansi bukan semata-mata untuk menjawab kritik, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan peserta, orang tua, dan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan dalam rangka HUT ke-495 Kabupaten Bangkalan. (Muhlas/Red)

Baca Juga Berita Terkait