Matarakyat.net||Surabaya – Bau menyengat yang mengganggu kenyamanan publik dilaporkan berasal dari salah satu destinasi kuliner di jantung kota. Rumah Makan Allegra yang berlokasi di Jl. Bali No. 27, Kecamatan Gubeng, Surabaya, kini tengah menjadi sorotan lantaran diduga melakukan pembuangan limbah sisa makanan secara sembarangan di area sekitar restoran.
Aroma tidak sedap ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, serta Customer yang makan di restoran tersebut. Berdasarkan keterangan salah satu pengendara yang sering melewati jalur tersebut, bau busuk tersebut sangat menusuk hidung dan mengganggu kenyamanan.
“Saya duahari ini mencium bau busuk, Mas, ketika lewat sana mas,” ujar salah satu pengguna jalan yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui di lokasi.
Menindaklanjuti laporan pengguna jalan, awak media melakukan investigasi langsung di lapangan. Hasil pantauan menunjukkan adanya tumpukan limbah makanan nasi ikan dll, yang di bungkus dengan karung dan dibiarkan di area halaman parkir, yang ditengarai kuat sebagai sumber utama aroma busuk di sekitar lokasi.
Awakmedia melakukan upaya konfirmasi ke pihak menejemen restoran. Namun pihak menejemen restoran belum datang
“Menejernya belum datang mas, biasanya datangnya tidak pasti kadang sore kadang malam mas,”ungkap petugas resepsionis
Ia juga menambahkan bahwa tumpukan tersebut bukanlah limbah buangan permanen.
“Itu bukan sisa makan, Mas. Itu limbah ges trapnya mas, itu memang mau dibuang ke sampah,” imbuhnya.
Hal yang lebih memprihatinkan, dalam investigasi tersebut ditemukan indikasi bahwa pihak Rumah Makan Allegra diduga tidak menyediakan sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Tindakan abai terhadap pengelolaan limbah ini berpotensi melanggar hukum. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap usaha yang menghasilkan dampak lingkungan wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang terstandarisasi agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Saat di konfirmasi lewat by WhatsApp (wa) pihak menejemen restoran allegra mengatakan bahwa sampah yang ada di area restoran adalah kotoran dari penyaringan (ges trap)
“Limbah kita ada penyaringannya mas. Itu bukan limbah sisa makanan mas, itu endapan dari gestrapnya. Semalam kita bersihkan gastrabnya. Rencananya tadi pagi kita angkut tapi mobilnya ada kendala jadi nanti malam kita angkut limbah nya,”ujar manajemen restoran allegra

