SURABAYA | Matarakyat.net – Konflik internal di tubuh Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) semakin memanas. Polemik ini bermula dari kegaduhan yang terjadi di Kantor Camat Asemrowo, yang kini berujung pada langkah DPD BNPM Kota Surabaya mendatangi kediaman Ketua DPW BNPM Jawa Timur, Sahid, S.H., M.H. Mereka menuntut klarifikasi atas pernyataan yang dinilai menyudutkan Ketua DPD BNPM Kota Surabaya, Muhammad Rosuli, S.H., M.H.(12/1/25).
Ketegangan ini bermula dari klarifikasi Sahid di live streaming tv one yang dianggap kurang pantas dan merugikan Muhammad Rosuli sebagai pemimpin DPD BNPM Surabaya. Dalam klarifikasinya, Sahid mengomentari langkah Rosuli dalam menyikapi insiden di Kantor Camat Asemrowo.
“Kami merasa pernyataan beliau tidak berdasar dan cenderung melemahkan posisi Ketua kami. Sebagai organisasi yang mengedepankan moral, kami ingin agar semua pihak saling menghormati,” ujar salah satu perwakilan DPD BNPM Surabaya, yang enggan disebutkan namanya.(10/1/25).
Konflik Internal yang Kian Meruncing
Insiden di Kantor Camat Asemrowo sendiri hingga kini masih menjadi perhatian publik. Sumber menyebutkan bahwa konflik itu berakar dari misinterpretasi antara DPD BNPM Surabaya dan pihak kecamatan terkait isu camat menyembunyikan perempuan di kolong meja. Namun, ketegangan makin meruncing ketika Sahid memberikan komentar yang dianggap menyudutkan Rosuli.
“Saya hanya menyampaikan pandangan berdasarkan fakta. Tidak ada niatan untuk menyerang pribadi atau melemahkan rekan sejawat di DPD Surabaya,” ujar Sahid saat ditemui oleh wartawan di kantor advocatnya.(14/1/25).
Namun, klarifikasi tersebut tampaknya belum cukup untuk meredakan emosi para anggota DPD BNPM Surabaya. Mereka tetap meminta Sahid memberikan permohonan maaf secara terbuka.
Pengamat organisasi dan konflik sosial, Dr. Widodo, M.Si., menyarankan agar kedua pihak segera mencari jalan damai. “Konflik semacam ini hanya akan melemahkan kredibilitas BNPM di mata masyarakat. Sebaiknya segera diadakan pertemuan resmi untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini,” tuturnya.
Meski situasi masih memanas, masyarakat berharap agar BNPM sebagai organisasi yang menjunjung tinggi moralitas dapat menunjukkan sikap yang bijak dalam menyelesaikan konflik internal ini. Hingga berita ini diturunkan, kedua pihak masih dalam tahap diskusi untuk menentukan langkah selanjutnya.

