Anggota TNI Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Sampang

SAMPANG | Matarakyat.net – Seorang anggota TNI berinisial HH tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Senin (6/1/2025) dini hari. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dan menyita perhatian warga setempat.

HH, yang diketahui berasal dari Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, bertugas di Surabaya di bawah komando Danpomlantamal V Surabaya. Menurut keterangan Kasihumas Polres Sampang, Ipda Dedy Dely Rasidie, kecelakaan terjadi saat HH berusaha menyalip kendaraan di depannya. Namun, kendaraan yang dikemudikannya kehilangan kendali, oleng ke sisi selatan jalan, dan menabrak pembatas jalan.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat, namun dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di sana,” ujar Dedy kepada media.

Meski demikian, muncul dugaan bahwa HH sedang mengangkut rokok ilegal saat kecelakaan terjadi. Dalam sebuah video yang beredar, seorang warga di lokasi kejadian menunjukkan sejumlah bungkus rokok merek Balveer, yang disebut-sebut ilegal.

“Kecelakaan ini melibatkan kendaraan yang mengangkut rokok ilegal,” ujar warga dalam video tersebut.

Namun, Dedy menyatakan bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan keberadaan rokok tersebut di dalam kendaraan HH.

“Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan muatan rokok ilegal. Kasus ini telah dilimpahkan ke Danpomlantamal Batuporon untuk penanganan lebih lanjut, mengingat korban adalah anggota TNI,” tambahnya.

Kecelakaan ini menimbulkan banyak spekulasi di tengah masyarakat. Warga sekitar yang mengetahui insiden tersebut mengaku kaget dan prihatin. Mereka berharap pihak berwenang dapat mengungkap fakta sebenarnya terkait kecelakaan dan dugaan muatan ilegal yang dibawa.

Sementara itu, keluarga besar HH di Desa Laden berduka mendalam atas kehilangan ini.

“Kami hanya ingin semua pihak menghormati almarhum dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ujar salah satu anggota keluarga.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius, baik dari pihak kepolisian maupun institusi militer. Kejelasan terkait penyebab kecelakaan dan dugaan muatan ilegal masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme