Dinilai “Mandul” dan Tutup Mata, Unjuk Rasa Jejak Jatim Desak Pencopotan Komisaris Bank UMKM Jatim Berakhir Deadlock

Surabaya||Matarakyat.net – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejak Jatim di depan kantor Bank UMKM Jawa Timur, Kamis (18/6), berakhir buntu (deadlock). Massa aksi yang dipimpin oleh Abd. Aziz, S.H., meluapkan kekecewaannya lantaran pihak manajemen Bank UMKM Jatim dinilai tidak transparan dan terkesan menyembunyikan oknum pejabat yang bermasalah.

Dalam tuntutannya, Jejak Jatim mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk segera mereformasi total manajemen Bank UMKM Jawa Timur. Poin utama yang menjadi sorotan tajam adalah tuntutan pencopotan dan pemecatan Dr. Kartika Hidayati dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Bank UMKM Jatim.

Tidak hanya menuntut pencopotan jabatan, Abd. Aziz juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa rekam jejak Kartika Hidayati saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lamongan periode 2016–2021. Kartika diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan.

 

“Kami meminta KPK tidak berhenti pada empat tersangka saja—di mana tiga sudah ditahan dan satu buron. Mantan Wakil Bupati Lamongan yang sekarang duduk nyaman sebagai Komisaris Bank UMKM Jatim ini harus diperiksa! Kami mendesak KPK mengusut tuntas aliran dana, aset, serta pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari praktik korupsi tersebut, termasuk mantan Bupati Lamongan,” tegas Aziz dalam orasinya.

 

Kekecewaan massa memuncak saat sesi audiensi. Pihak Bank UMKM Jatim dinilai tidak memiliki iktikad baik karena hanya mendelegasikan bagian Humas untuk menemui demonstran, alih-alih menghadirkan Kartika Hidayati atau jajaran direksi penentu kebijakan.

 

“Mana yang bersangkutan? Kenapa tidak berani menemui kami langsung? Padahal surat pemberitahuan aksi ini sudah kami kirimkan satu minggu sebelumnya. Ada apa sebenarnya? Kenapa disembunyikan?” cecar Aziz dengan nada tinggi saat audiensi.

 

Perwakilan Humas Bank UMKM Jatim, Riyan, yang menerima massa aksi hanya memberikan jawaban normatif. Ia menyatakan bahwa seluruh tuntutan dari Jejak Jatim akan ditampung dan disampaikan kepada pimpinan tertinggi.

Mendengar jawaban tersebut, Abd. Aziz langsung memotong pembicaraan dan memilih walk out (meninggalkan ruangan) bersama delegasinya. Jejak Jatim menilai audiensi tersebut sia-sia dan hanya formalitas belaka.

 

“Kalau cuma dijawab ‘nanti saya sampaikan ke pimpinan’ sambil manggut-manggut saja, percuma kita berdebat. Itu lagu lama! Apakah Kartika Hidayati ini tidak pernah masuk kantor? Surat sudah masuk seminggu lalu tapi tidak ada hasil,” ketus Aziz meradang.

 

Sebelum membubarkan diri, Jejak Jatim memberikan peringatan keras kepada pihak manajemen dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret atau ruang dialog langsung dengan pengambil kebijakan beserta Kartika Hidayati, mereka berjanji akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.

Baca Juga Berita Terkait