AMI Gelar Halal Bihalal & Seminar Nasional Anti-Korupsi di Era Digital

Matarakyat.net||Surabaya – Semangat kebersamaan dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi kembali digaungkan oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI). Pada Jumat (24/04/2026) pukul 15.00 WIB, organisasi yang dipimpin oleh Baihaqi Akbar, S.E., M.H. ini sukses menggelar acara Halal Bihalal sekaligus Seminar Nasional bertema “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Era Digitalisasi” yang berlangsung di Hotel Morazen Surabaya.

Menariknya, lokasi kegiatan tersebut memiliki nilai historis tersendiri, karena hotel ini pernah disinggahi oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sehingga menambah kesan prestisius dalam pelaksanaan acara.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan penting, mulai dari unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, mahasiswa, hingga jurnalis.

Tampak hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nur Cholis, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, serta perwakilan dari Polrestabes Surabaya yang mewakili Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistyawan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AMI, Baihaqi Akbar, menegaskan bahwa keberhasilan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh AMI hingga saat ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh anggota dan dukungan berbagai pihak, termasuk jurnalis.

 

“Tanpa adanya jurnalis, Aliansi Madura Indonesia tidak bisa apa-apa. Peran media sangat penting dalam mengawal setiap kegiatan dan menyampaikan pesan positif kepada masyarakat luas,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga 2026, AMI telah konsisten melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti pembagian sembako di depan Gedung Negara Grahadi, kegiatan buka bersama di hotel, serta pembagian takjil yang dilakukan hampir setiap hari selama bulan Ramadan.

Menurut Baihaqi, keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa AMI mampu tumbuh dan berkembang pesat di era digital, dengan tetap mengedepankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta sinergi dengan berbagai instansi pemerintah.

 

“Kita harus terus menjalin hubungan baik dengan dinas-dinas terkait. Tanpa sinergi, program-program yang kita rancang tidak akan berjalan maksimal. Berkat kebersamaan dan dukungan kalian semua, AMI bisa berkembang seperti sekarang,” tegasnya di hadapan para peserta.

 

Seminar nasional yang menjadi bagian utama dalam acara ini juga menghadirkan diskusi mendalam mengenai tantangan dan strategi pencegahan tindak pidana korupsi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Para narasumber menyoroti pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pemanfaatan teknologi sebagai alat pengawasan untuk meminimalisir praktik korupsi.

Partisipasi aktif mahasiswa dan jurnalis dalam forum ini dinilai memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi indikator bahwa kesadaran generasi muda terhadap isu korupsi semakin meningkat.

Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dan diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan tata kelola yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi di era digitalisasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Aliansi Madura Indonesia kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga berperan strategis dalam membangun kesadaran hukum dan integritas di tengah masyarakat.

Baca Juga Berita Terkait

Freedom Is Jurnalisme