SAMPANG | Matarakyat.net – Jumat siang (24/1/2025) yang cerah di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, berubah menjadi momen yang mencekam. Suara benturan keras memecah ketenangan jalan raya, diikuti pandangan mata warga yang tertuju pada sebuah warung kecil di pinggir jalan yang porak-poranda. Sebuah minibus Toyota Zenix dan sepeda motor Honda Beat menjadi pusat perhatian. Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, tetapi pengingat tentang pentingnya keselamatan berkendara.
Di balik kemudi minibus, Nanang Supriyanto (37), seorang warga Jl. Imam Ghozali, Sampang, tengah melaju dari arah barat ke timur. Dalam usahanya menyalip sebuah sepeda motor, nasib buruk menghampiri. Sepeda motor yang dikendarai RA, remaja 14 tahun dari Kecamatan Jrengik, bergerak terlalu ke tengah jalan. Dalam sekejap, benturan tak terhindarkan. Minibus kehilangan kendali hingga menabrak warung kecil yang berdiri di pinggir jalan.
RA hanya menderita luka lecet dan segera mendapat perawatan di Puskesmas Jrengik. Sementara itu, Nanang selamat tanpa cedera, meski kendaraannya rusak parah. Namun, di balik fakta tersebut, insiden ini menyisakan kerugian materiil yang mencapai Rp 10 juta.
Warung kecil yang menjadi korban tabrakan bukan sekadar bangunan. Ia adalah saksi perjuangan hidup seorang ibu paruh baya, yang mengandalkan tempat itu untuk mencari nafkah.
“Warung ini tempat saya menghidupi keluarga,” ucapnya sambil berusaha menata barang dagangan yang berserakan. Meskipun tidak ada korban jiwa, trauma dan kerugian yang ditanggung menjadi beban berat yang harus dihadapi.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Andi Amin S., SH, MH, tidak hanya menjelaskan kronologi kejadian, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam.
“Peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak-anak di bawah umur mengendarai kendaraan. Ini demi keselamatan mereka sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Di Indonesia, fenomena remaja mengendarai motor tanpa izin sering kali dianggap hal biasa. Padahal, kenyataannya, kebiasaan ini berkontribusi besar pada tingginya angka kecelakaan.
Kejadian ini meninggalkan pelajaran penting: keselamatan di jalan raya bukan hanya soal kepatuhan pada aturan, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama. Orang tua memiliki peran besar dalam memastikan anak-anak mereka tidak hanya memahami, tetapi juga mematuhi aturan lalu lintas.
Bagi warga Desa Jungkarang, Jumat itu akan selalu diingat sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan. Bagi RA, ini adalah pelajaran berharga yang mungkin akan ia bawa seumur hidup. Dan bagi kita semua, kecelakaan ini menjadi alarm untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan raya.

