Dua Hari Penuh Kebersamaan, PTA SMAN 20 Surabaya Bentuk Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

Surabaya||Matarakyat.net — Bukan sekadar perkemahan dan seremonial penerimaan anggota baru. Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) SMAN 20 Surabaya menjadi ruang pembentukan karakter bagi ratusan siswa kelas X melalui rangkaian kegiatan yang memadukan kedisiplinan, ketangkasan, kreativitas, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian dari proses penerimaan siswa kelas X ke dalam keluarga besar Ambalan SMAN 20 Surabaya.

Sejak Sabtu pagi, suasana sekolah telah dipenuhi aktivitas peserta. Dimulai pukul 06.30 WIB, siswa melakukan registrasi, pengecekan barang bawaan, hingga penataan basecamp masing-masing.

Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh peserta mengikuti Apel Pembukaan. Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, ratusan siswa berdiri dalam barisan dan mengikuti prosesi pembukaan sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan PTA.

Tidak hanya mengandalkan kegiatan formal, panitia mengemas PTA dengan konsep kreatif untuk membangun antusiasme peserta. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Twagz, ekstrakurikuler mading, serta OSIS SMAN 20 Surabaya.

Ketangkasan hingga Kerja Sama Tim

Setelah pembukaan, peserta langsung dihadapkan pada sejumlah aktivitas yang menuntut ketangkasan dan kekompakan.

Salah satunya POSARA atau Pos Antar Rintangan yang berlangsung pukul 08.45–11.30 WIB di sejumlah titik lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa dituntut mampu bekerja sama dan menyelesaikan tantangan sebagai sebuah kelompok.

Selepas istirahat dan makan siang bersama, kegiatan berlanjut dengan Fun Games dan sejumlah perlombaan. Kompetisi pionering dan roket air menjadi bagian dari aktivitas yang mengasah kreativitas sekaligus kemampuan bekerja dalam tim.

Sementara pada sore hari, peserta kembali mengikuti lomba corong di lapangan dalam sekolah.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Siswa tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan permainan, tetapi juga belajar mengenai komunikasi, tanggung jawab, disiplin, serta bagaimana mengambil peran di dalam kelompok.

Api Unggun Jadi Puncak Keakraban

Memasuki Sabtu malam, atmosfer PTA berubah menjadi lebih hangat dan penuh keakraban.

Setelah melaksanakan salat Isya secara berjamaah di Masjid Nurul Ilmi, para peserta berkumpul di lapangan luar untuk mengikuti penyalaan Api Unggun yang dilanjutkan dengan Malam Inagurasi dan pentas seni.

Sebanyak 14 basecamp, dengan masing-masing terdiri dari 3–4 sangga, mendapat kesempatan menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Tarian, seni pertunjukan, drama singkat hingga yel-yel khas menjadi bagian dari pertunjukan. Riuh tepuk tangan dan sorak peserta mengiringi setiap penampilan.

Beberapa kembang api yang dinyalakan turut menambah kemeriahan suasana malam keakraban tersebut.

Namun, kegiatan tidak berhenti pada hiburan. Setelah pentas seni, peserta diarahkan menuju lapangan dalam untuk mengikuti sesi renungan dan pemantapan materi yang disampaikan pembina Pramuka sekitar pukul 22.00 WIB.

Sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh peserta kemudian diarahkan untuk beristirahat.

Ditutup dengan Gotong Royong

Hari kedua, Minggu (4/10), dimulai sejak pagi. Setelah menjalankan ibadah, peserta mengikuti senam pagi bersama sekitar pukul 05.30 WIB.

Sarapan bersama di lapangan dalam kembali menjadi ruang kebersamaan sebelum peserta melanjutkan kegiatan.

Menariknya, salah satu bagian akhir kegiatan diisi dengan aksi gotong royong membersihkan basecamp. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tanggung jawab bahwa kegiatan bersama juga harus diakhiri dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Selanjutnya, peserta mempersiapkan upacara penutupan sekaligus mengikuti pembagian penghargaan bagi penampilan terbaik pentas seni putra dan putri serta basecamp terbaik putra dan putri.

Kamabigus SMAN 20 Surabaya, Yuni Bintarawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PTA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial penerimaan anggota baru.

Menurutnya, nilai yang diperoleh siswa selama kegiatan harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Saya berharap para siswa dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Trisatya dan Dasadharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yuni Bintarawati.

 

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perkemahan. Lebih jauh, Pramuka menjadi salah satu ruang pendidikan karakter yang menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui PTA tersebut, siswa kelas X secara resmi diterima sebagai anggota Penegak di SMAN 20 Surabaya. Mereka juga membawa pulang pengalaman selama dua hari yang diharapkan mampu memperkuat karakter serta rasa persaudaraan.

Pada akhirnya, api unggun boleh padam, tenda dan basecamp boleh dibongkar, tetapi nilai kedisiplinan, gotong royong, kepemimpinan dan persaudaraan diharapkan tetap menyala dalam kehidupan para siswa.

(Muhlas/Red)

Baca Juga Berita Terkait