Matarakyat.net||Surabaya – Persatuan Vanguard Jurnalis melakukan langkah proaktif dengan menggelar audiensi serta konfirmasi langsung terkait insiden ambruknya plafon di SMPN 60 Surabaya, Kamis 29/1/2026.
Kehadiran rombongan jurnalis di sekolah yang berlokasi di Jl. Kalilom Lor Indah tersebut bertujuan untuk menggali kronologi secara akurat demi keberimbangan informasi di masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Nofal selaku perwakilan Vanguard Jurnalis mengonfirmasi beberapa poin krusial kepada pihak sekolah, di antaranya:
Waktu Kejadian: Memastikan jam terjadinya runtuhan untuk melihat potensi risiko terhadap aktivitas siswa.
Penyebab Kerusakan: Mencari tahu apakah insiden dipicu faktor cuaca ekstrem atau penurunan kualitas material bangunan.
Dampak Korban: Memastikan keselamatan fisik serta kondisi psikologis siswa dan staf pasca-insiden.
Ketua rombongan Vanguard Jurnalis menyatakan bahwa audiensi ini bukan sekadar peliputan biasa, melainkan bentuk fungsi kontrol sosial terhadap fasilitas publik.
“Kami ingin memastikan bahwa kronologi yang beredar di publik sesuai dengan fakta di lapangan. Keamanan fasilitas pendidikan adalah prioritas utama, dan publik berhak mendapatkan transparansi terkait pemeliharaan gedung sekolah,” ujar Nofal.
Pihak SMPN 60 Surabaya menyambut baik kehadiran para jurnalis.
Berdasarkan keterangan sekolah, ruangan yang terdampak sebenarnya dianggap sebagai salah satu ruang kelas yang paling aman. Sebelum kejadian, siswa sempat mendengar suara retakan (krek-krek).
Pihak sekolah bergerak cepat dengan melibatkan BPBD dan pihak Puskesmas. Terkait kondisi siswa, dilaporkan tidak ada korban luka fisik.
“Informasi dari Puskesmas maupun layanan 112, tidak ada siswa yang lecet. Namun, bagi siswa yang mengalami trauma, kami rujuk ke Puskesmas dan diberikan motivasi oleh guru BK serta ditangani oleh psikiater,” ungkap perwakilan sekolah.
Penyebab ambrolnya plafon diduga kuat akibat gangguan cuaca ekstrem. Terkait pemeliharaan, pihak sekolah mengakui bahwa audit bangunan yang dilakukan selama ini masih sebatas pengecekan ringan sesuai kemampuan internal.
“Jika ada perbaikan besar, kami akan segera melaporkannya ke Dinas Pendidikan. Saat ini kami fokus pada penanganan trauma siswa dan memastikan KBM tetap berjalan kondusif,” pungkasnya.

